Scroll

Sejak awal berdiri, Mizan telah mencanangkan untuk menjadi penerbit yang memandang dirinya bukan hanya sebagai pedagang buku yang didorong semata-mata oleh motif bisnis melainkan penerbit yang mempunyai cara pandang khas tentang Islam dan peradaban.

Menurut kami, memang selayaknya penerbit bertindak seperti Dewa Janus, dewa penjaga kuil yang memiliki dua kepala. Kepala yang satu memandang ke dalam untuk terus mengamati lingkungan dalam kuil dan kebutuhan penghuni yang dijaganya, sedangkan kepala yang lain memandang ke luar untuk mengawasi apa-apa atau siapa-siapa yang mungkin masuk melewati gerbang itu. Dengan kata lain, membiarkan masuk apa saja yang sejalan dengan kebutuhan warga kuil, dan menghalau apa-apa yang bertentangan dengannya.

Mizan berusaha membawa cara pandang yang menampilkan pemikiran dan karya terbaik di segala bidang, dari dalam dan luar negeri, demi menjawab tantangan zaman, tetapi pada saat yang sama berupaya untuk secara ”autentik” bersikap setia kepada sumber nilai yang diyakininya. Sejak memilih nama Mizan, kami pun telah mencanangkan tujuan menyajikan informasi dari dan sudut pandang mana pun, selama digarap secara bertanggung jawab sesuai standar keilmuan dan bermanfaat bagi kemanusiaan. Para penulis boleh berasal dari berbagai aliran pemikiran dan agama manapun, karena kami yakin sepenuhnya akan sabda Sang Nabi “Hikmah adalah barang-hilang milik kaum Muslim. Pungutlah ia di mana saja kau temui.”

Inilah filosofi brand Mizan (Mizan berarti timbangan). Yakni, agar kami selalu memiliki kesadaran akan pentingnya keseimbangan, menjadi ummatan wasathan (kaum pertengahan) seperti diajarkan Kitab Suci.