0

Enter your keyword

Tuhan dalam Syair-Syair Rumi: Dari Allah Menuju Allah

Tuhan dalam Syair-Syair Rumi: Dari Allah Menuju Allah

Tuhan dalam Syair-Syair Rumi: Dari Allah Menuju Allah

Rumi, atau lengkapnya Maulana Jalaluddin Rumi, adalah sosok yang memesona dunia barat dan timur. Bukan hanya sebagai seorang penyair, tapi seorang sufi. Syair-syairnya hingga ratusan tahun setelah dia wafat masih terus memikat berbagai kalangan. Di Indonesia sendiri, Rumi memiliki banyak peminat, dari kalangan pelajar, akademisi, dan agamawan.

Syair-syair Rumi melintas batas. Dan hingga kini buku-bukunya juga masih terus dicetak. Namun, tak banyak buku yang yang menjelaskan secara ringkas, populer, dan sistematis prinsip-prinsip tasawuf yang ada dalam puisi-puisi Rumi, yang membahas Tuhan. Satu dari sangat sedikit itu adalah buku Dari Allah Menuju Allah: Belajar Tasawuf Melalui Rumi, yang ditulis oleh Haidar Bagir.

Kamis, 14 Februari 2019 lalu di toko buku Kinokuniya Plaza Senayan, dilangsungkan sebuah acara Talkshow “Tuhan Dalam Syair-Syair Rumi” sekaligus Peluncuran Buku Dari Allah Menuju Allah.

Acara dibuka dengan Stand Up Comedy dari komika muslimah, Sakdiyah Ma’aruf yang mengundang tawa para peserta yang hadir. Sak’diyah Makruf atau akrab dipanggil Diyah adalah pelawak tunggal (stand up comedy) wanita pertama yang berhijab di Indonesia. Diyah dikenal melalui humor-humornya yang membahas seputar Islam untuk mengatasi ekstremisme Islam di Indonesia. Pada tahun 2015, Diyah meraih penghargaan prestisius: Vaclav Havel International Prize for Creative Dissent. Kemudian di tahun 2018, namanya ada di dalam daftar 100 wanita inspiratif dunia versi BBC atau “BBC 100 Women”. Diyah menyukai puisi-puisi Rumi, karena maknanya yang mendalam.

Lalu acara dilanjutkan dengan pembacaan monolog dari salah satu puisi Rumi oleh Asma Nadia, penulis prolifik Indonesia. Karya-karyanya telah banyak mendapat penghargaan dan diangkat ke layar lebar. Asma juga telah beberapa kali mengikuti residensi penulis salah satunya residensi prestisius Iowa International Writing Program. Asma juga tampil di Frankfurt Book Fair 2015. Namanya juga telah berturut-turut masuk dalam daftar 500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia versi RIS Jordania. Dalam acara ini Asma yang sudah melakukan perjalanan ke 60 negara ini akan membacakan puisi Rumi dan memoderatori acara.

Acara kemudian dilanjutkan dengan simbolisasi peresmian buku berupa penandatanganan poster buku Dari Allah Menuju Allah oleh Dr. Haidar Bagir selaku penulis. Haidar Bagir merupakan salah satu founder Gerakan Islam Cinta. Sembilan tahun berturut-turut dari tahun 2010, Haidar Bagir masuk ke dalam daftar 500 Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia versi RIS Jordania. Beberapa penghargaan keilmuan Internasional juga pernah diraihnya, termasuk Science and Religion Course Award dari The Centre for Theology and Natural Sciences (CTNS), California, USA (2002/2003). Dia telah menulis beberapa buku, di antaranya Era Baru Manajemen Etis (1996), Buku Saku Filsafat (2005), Buku Saku Tasawuf (2005), Buat Apa Shalat?! (2008), Islam Risalah Cinta dan Kebahagiaan (2012), Belajar Hidup dari Rumi (2015), Semesta Cinta (2015), dan Mereguk Cinta Rumi (2016), Islam Tuhan Islam Manusia (2017), Dari Allah Menuju Allah (2018).

Haidar Bagir mengawali sesi talkshow dengan menjelaskan latar belakang dibalik diluncurkannya buku Dari Allah Menuju Allah. Narasumber lainnya yaitu Muhammad Nur Jabir melengkapi sesi talkshow dengan menjelaskan kehidupan seorang Maulana Jalaluddin Rumi. Nur Jabir juga merupakan salah satu pengagum Rumi.  Ia membangun komunitas dan juga lembaga pemikiran Rumi Institute. Lembaga ini  mengingatkan kembali nurani dan kemanusiaan yang mulai sirna secara perlahan oleh keangkuhan, egoisme, hasrat kekuasaan dan segala hawa nafsu yang akan mengantarkan manusia pada kehancuran dan kekerdilan.  Nur Jabir  telah menulis buku berjudul, Wahdah Al-Wujud Ibn ‘Arabi dan Filsafat Wujud Mulla.

Acara kemudian ditutup dengan pertunjukan suling yang melantunkan musik sufi dari Downey Angkiry.