0

Enter your keyword

5 Puisi Rumi yang Menerangkan Jiwa

5 Puisi Rumi yang Menerangkan Jiwa

5 Puisi Rumi yang Menerangkan Jiwa

Jalaluddin Rumi (1207-1273) adalah penyair sufi Persia, salah satu yang mewakili puncak tertinggi khazanah sastra Islam. “Orang suci” dari Timur ini – yang sejak bocah diramalkan Fariduddin Attar akan menjadi orang masyhur yang menyalakan api gairah ketuhanan ke seluruh dunia – oleh UNESCO digambarkan sebagai “seorang humanis, filosof, dan penyair besar milik semua umat manusia”. Namanya memang melekat abadi di hati banyak warga dunia, tak peduli apa pun agamanya, karena kemilau syair dan kandungannya yang menghujam relung kesadaran.

 

Sebagai penyair besar, puisi Rumi sangat menyentuh hati dan berkaitan erat dengan kehidupan kita sebagai manusia, baik itu berhubungan kepada sesama manusia lainnya, atau kepada Tuhan kita, Allah SWT. Oleh karena itu, meski puisi-puisi Rumi sudah berusia ratusan tahun, tiap untaian kalimatnya begitu relevan dengan kehidupan kita hingga kini.

 

Apa saja serpihan-serpihan puisi Rumi yang menerangkan jiwa kita? Berikut kami pilihkan puisi-puisi Rumi dari buku “Belajar Hidup dari Rumi” karya Haidar Bagir.

 

“Jangan pernah merasa kesepian semesta alam ada dalam dirimu.” – 105

Ya, segenap tajali-Nya ada dalam diri kita. Begitu intim, Dia ada dalam hati kita.

 

“Berikan apa yang harus diberikan, mumpung kematian belum merampas darimu, apa yang diberikan padamu.” -37

Jika sudah meninggalkan dunia ini, apa guna milik kita? Padahal jika didermakan, ia akan jadi bekal hidup kita setelahnya.

“Berbuat-baiklah kepada orang-orang tuk kedamaian jiwamu sendiri. Agar selalu kaunampak apa yang suci. Dan selamatkan hatimu dari gelapnya kebencian.” – 164

Berbuat baik melahirkan kebersihan hati serta menumbuhkan cinta dan kebahagiaan.

 

“Ketika hidup memaksamu bersimpuh, itu saatnya tuk sembahyang.” – 173

Mendekatlah pada Allah agar Dia mengangkat kesulitan-kesulitanmu.

 

“Jadikan keindahan yang kaucintai apa yang kaukerjakan.” – 271

Kerjakan hanya apa yang kaucintai.