0

Enter your keyword

Digital Digest Edisi 3

Apa itu Algoritma Instagram dan bagaimana cara kerjanya di tahun 2019?

 

Algoritma adalah sistem yang menentukan siapa yang benar-benar melihat konten Anda dan siapa yang tidak. Algoritma terus menerus mengalami perubahan, sehingga taktik pemasaran yang kita terapkan hari ini bisa jadi kurang efektif untuk diterapkan besok. Itu sebabnya strategi di setiap platform perlu terus berubah dan berkembang.

Di Instagram, khususnya, hanya melakukan posting secara teratur dengan tagar yang tepat tidak selalu menjamin bahwa konten Anda akan selalu menjangkau audiens yang dituju.

Oleh karena itu, Anda harus mempertimbangkan bagaimana Anda dapat membuat konten yang disukai oleh Algoritma.

 

Bagaimana cara Algoritma Instagram bekerja?

Satu hal yang perlu kita ingat: tujuan utama Instagram adalah memaksimalkan waktu yang dihabiskan pengguna di platform. Karena semakin pengguna berlama-lama, semakin banyak iklan yang mereka lihat. Jadi secara langsung atau tidak langsung, Instagram akan lebih menyukai akun yang membantu mencapai tujuan tersebut.

Product lead Instagram, Julian Gutman, menjelaskan bahwa Algoritma menggunakan “sinyal peringkat” untuk memutuskan apa yang masing-masing pengguna lihat di feed mereka. Berikut 3 sinyal peringkat teratas di Instagram:

 

  • Relationship

Algoritma Instagram memprioritaskan konten dari akun yang banyak berinteraksi dengan pengguna.

Jika seseorang sering meninggalkan komentar pada posting Anda, atau jika mereka mengaktifkan notifikasi untuk akun Anda, atau Anda saling DM, atau Anda saling tag di posting Anda, maka algoritma mengakui bahwa Anda berdua “dekat”.

Menurut Instagram, pengaturan ini memungkinkan pengguna untuk melihat 90 persen posting dari “teman dan keluarga.”

 

  • Minat

Algoritma ini juga memprediksi posting mana yang penting bagi pengguna berdasarkan perilaku mereka. Instagram menggunakan teknologi image recognition untuk menilai konten foto. Jadi pengguna yang menyukai kopi akan lebih cenderung melihat kopi di bagian atas feed mereka. Pengguna yang menyukai kucing lebih cenderung melihat kucing di sana.

 

  • Ketepatan waktu

Algoritma memperlihatkan posting yang lebih baru kepada pengguna. Bisa jadi sebagai respon terhadap protes tanpa henti dari konsumen yang ingin feed Instagram kembali kronologis.

Bagaimana Anda harus merespon sinyal peringkat ketepatan waktu ini? Dengan memperhatikan perilaku audiens, dan melakukan posting ketika audiens sedang online.

 

Faktor algoritma Instagram lainnya

Faktor-faktor lain yang memengaruhi cara algoritma Instagram mengatur feed masing-masing individu:

 

  • Frekuensi penggunaan

Ini tergantung pada seberapa sering pengguna membuka aplikasi. Algoritma ini bertujuan untuk menunjukkan kepada pengguna tulisan terbaik dan terpopuler sejak terakhir kali mereka melihat feed mereka.

 

  • Jumlah “following”

Jika pengguna mengikuti banyak akun, mereka mungkin akan melihat lebih sedikit posting dari satu akun tertentu, bahkan jika akun itu produktif. Tetapi mereka akan melihat luasnya keseluruhan posting. Di sisi lain, jika mereka mengikuti jumlah akun yang lebih kecil, mereka cenderung akan melihat lebih banyak pos masing-masing akun.

 

  • Durasi penggunaan (session)

Seorang pengguna yang menghabiskan 45 menit di Instagram akan melihat lebih banyak posting (termasuk postingan yang berkinerja buruk) daripada pengguna yang memindai selama 5 menit, dan hanya menangkap postingan yang hits.

Sekarang, pasti Anda bertanya-tanya strategi pemasaran Instagram seperti apa yang harus dilakukan agar sesuai dengan Algoritma ini. Temukan jawabannya pada artikel.

 

Referensi:

https://blog.hootsuite.com/instagram-algorithm/

https://www.shopify.com/blog/instagram-algorithm