Tak terasa, Mei sudah sampai di penghujungnya. Di tengah hari-hari di bulan Mei yang berjalan semakin cepat, banyak buku berkesan yang menemani di bulan Mei ini. Bulan ini, kami menemukan beberapa buku pilihan yang memuat cerita yang hangat dan menenangkan, sampai kritik sosial yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa buku pilihan di Bulan Mei 2026.
- Olenka

Olenka karya Budi Darma, bukan hanya bercerita tentang obsesi atau cinta seorang Fanton Drummond terhadap Olenka. Budi Darma menulis cerita ini dengan cara yang tidak biasa. Rasa obsesi dan penasaran tersebut bermula ketika Fanton Drummond bertemu pertama kali dengan Olenka di lift. Menurut Fanton Drummond, semakin ia memahami Olenka, semakin jauh juga sosok itu. Buku ini memperlihatkan isi pikiran tokohnya yang liar dan dilingkupi rasa penasaran yang sangat kuat. Buku ini memperlihatkan bahwa manusia sering kali jatuh cinta pada imajinasinya sendiri, bukan pada kenyataan yang ada.
- Kakekku Detektif Jagoan

Buku karya Masateru Konishi ini bercerita tentang Kakek Himoya, penderita Lewy-Body Dementia penggila detektif dan jago memecahkan teka-teki. Mulanya, Kaede, cucu semata wayang Himoya, menganggap penyakit yang diderita oleh Himoya adalah beban. Namun, semua berubah ketika mereka memecahkan misteri bersama. Hubungan antara Kaede dan kakeknya, Himoya, semakin dekat dan juga hangat. Penyakit yang diderita oleh Kakek Himoya juga membuktikan bahwa ingatannya yang mulai kabur tak selalu menghilangkan sisi hidup yang khas di diri seseorang.
- Pak Cukir Salah Cukur

Lewat buku Pak Cukir Salah Cukur, Iwan Yuswandi mengajak kita berkenalan dengan Pak Cukir, seorang tukang cukur rambut yang terkenal. Hasil potongan rambut Pak Cukir banyak diminati orang lain. Namun, karena sibuknya pekerjaan sebagai tukang cukur rambut yang digemari banyak orang, Pak Cukir kelelahan. Padahal, Pak Cukir ditugaskan untuk mencukur rambut sang Pangeran. Lewat buku ini, pembaca terlebih anak-anak diajak untuk memahami arti kesabaran dalam menunggu sesuatu.
- Bharatayudha: Takdir Medan Dusta

Kali ini Sujiwo Tejo membawa pembaca melihat pengisahan ulang Bharatayudha dari sudut pandang Karna, seorang Pandawa yang dibuang dan dibesarkan oleh Kurawa. Dengan gaya bahasa Sujiwo Tejo yang puitis, kisah pewayangan di buku ini terasa lebih dekat dengan kehidupan. Bagaimana takdir manusia sudah dituliskan dan ditentukan nasib kehidupannya.
- Hidup Bukan Tentang Benar-Salah

Di masa sekarang, segala sesuatu terlalu cepat dicap benar atau salah. Aspek paling mendasar dari manusia yaitu memahami, nampaknya perlahan mulai hilang. Emha dan Sabrang–seorang ayah dan anak–yang hidup dan dibentuk dari generasi yang berbeda, mengajak pembaca untuk lebih memahami, dan menjauhi kebiasaan untuk menghakimi. Buku ini membantu pembaca memahami bahwa setiap orang sedang berjuang dengan caranya masing-masing. Sehingga, dalam menanggapi sesuatu, pembaca bisa belajar berhenti memaksa diri untuk selalu benar dan bisa lebih tenang dalam menyikapi sesuatu.
- Recehan Bahasa #2

Ivan Lanin dan Harrits Rizqi mengajak pembaca untuk menjelajahi kumpulan trivia bahasa melalui pembahasan yang menarik, ringan, dan penuh wawasan. Pembaca diajak melihat bahwasanya kata-kata itu memiliki pergeseran makna dan juga berevolusi melalui tren, interaksi manusia, dan budaya, yang mungkin dilalui dengan cara yang tidak terduga. Buku ini juga memperlihatkan kepada pembaca bahwa bahasa itu memiliki kaitan yang erat dengan kehidupan sehari-hari. Bahasa juga tidak pernah benar-benar statis, mereka berubah seiring dengan berjalannya waktu.