Artikel Image

Wednesday, 30 September 2026

Oleh: admin Admin

Monday, 10 August 2026

Oleh: admin Admin

Haidar Bagir: Islam Itu dari Cinta dan Berakhir pada Cinta

Pelopor Books menggelar Pelopor Talks #02 bertajuk Islam Agama Cinta bersama Haidar Bagir pada Jumat, 7 Agustus 2026, di Menteng, Jakarta Pusat. Perbincangan ini mengajak peserta melihat kembali cara memahami dan menghayati Islam, terutama di tengah munculnya corak keberagamaan yang semakin kaku, legalistik, dan cenderung keras.

Haidar melihat bahwa sebagian generasi muda Muslim mulai merasa lelah dengan corak keberagamaan semacam itu. Menurutnya, hal tersebut tidak selalu berarti mereka menjauh dari agama. Sebaliknya, banyak yang sedang mencari bentuk keberagamaan yang lebih manusiawi, hangat, dan bermakna. Fenomena tersebut, bagi Haidar, menjadi pengingat bahwa manusia modern tetap membutuhkan spiritualitas, tetapi tidak selalu menemukan kedamaian dalam keberagamaan yang terasa sempit dan tidak ramah.

Dari kegelisahan tersebut, Haidar mengembangkan gagasan Islam Cinta, yaitu cara memahami Islam dengan menempatkan rahmah atau kasih sayang sebagai inti ajaran. Cinta dalam gagasan ini bukan sekadar perasaan, melainkan nilai yang seharusnya tercermin dalam cara manusia menjalani kehidupan. Agama tidak berhenti pada kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga membawa manusia pada perubahan batin dan akhlak.

Dalam acara tersebut, Haidar menyoroti bagaimana Islam begitu menyatu dengan kehidupan masyarakat Indonesia. “Islam itu kalau dalam budaya Indonesia kan welas asih. Contohnya berbuat baik sama orang. Itulah beragama,” ujarnya.

Ia kemudian mengkritik kecenderungan menjadikan agama sebagai identitas yang memisahkan. Menurut Haidar, dahulu keberislaman dapat hadir melalui praktik saling menolong, persaudaraan, dan kehidupan sehari-hari tanpa harus selalu ditampilkan sebagai simbol. Kini, agama terkadang justru diekspresikan sebagai identitas yang membuat seseorang merasa berbeda dari orang lain.

Bagi Haidar, praktik keagamaan semestinya membawa manusia pada cinta dan kerendahan hati. Haidar mencontohkan shalat sebagai ibadah yang tidak hanya dijalankan, tetapi juga seharusnya membentuk sikap seseorang. “Kalau ada orang shalat tapi masih merendahkan orang lain, itu bukan hukum yang benar, karena sholat mengajarkan kita untuk rendah hati.”

Gagasan tersebut membawa Haidar pada pandangan bahwa cinta dan kebaikan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Menurutnya, keberadaan cinta menunjukkan bahwa kehidupan pada dasarnya memiliki kebaikan. “Kehidupan ini ada cinta dan itu membuktikan bahwa kehidupan itu baik,” ujarnya.

Melalui Islam Agama Cinta, Haidar mengajak kita melihat kembali agama bukan sekadar sebagai identitas atau seperangkat hukum, tetapi sebagai jalan untuk membentuk manusia yang lebih rendah hati dan mampu menghadirkan kebaikan bagi sesama. Sebab menurutnya, kebaikan selalu memiliki tempat dalam kehidupan, “Percayalah bahwa energi kebaikan ada di alam semesta,” tutupnya

Share

share icon share icon share icon
Artikel Terpopuler
Penulis

15 May 2026

Selamat Hari Buku Nasional, In ...
Penulis

22 May 2026

Fakta di Balik Hari Kebangkita ...
Penulis

08 June 2026

Kisah Hidup Tokoh Bangsa yang ...
Penulis

08 June 2026

Kisah Hidup Tokoh Bangsa yang ...
Penulis

19 June 2026

Kisah Hidup Tokoh Bangsa yang ...
Lihat Semua