Artikel Image

Monday, 26 February 2024

Oleh: admin Admin

Wednesday, 14 September 2022

Oleh: admin Admin

Proses Kreatif di Balik Novel Ancika Karya Pidi Baiq

Netizan udah nggak asing sama cerita Dilan, kan? Kisah cinta remaja Bandung satu ini dibanjiri pujian sejak peluncuran novel pertamanya (Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1990) pada tahun 2014. Meskipun bergenre fiksi remaja, kisah Dilan menjadi sangat menonjol dan populer karena penggambaran karakternya yang unik.

 

Kesuksesan cerita Dilan makin melambung saat film Dilan 1990 rilis pada 2018. Dibintangi oleh pemain terkenal Iqbaal Ramadhan (sebagai Dilan) dan Vanesha Prescilla (sebagai Milea), film Dilan mendapat tempat di hati banyak penonton.

 

Tapi ternyata kisah Dilan yang terkenal bandel dan jago gombal ini nggak berhenti sampai di sini aja lho, Netizan! Setelah menerbitkan buku kedua (Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991) dan ketiga (Milea: Suara dari Dilan), Pidi Baiq akhirnya merilis buku keempat dalam serial Dilan yang berjudul Ancika: Dia yang Bersamaku Tahun 1995.

 

Proses penulisan novel Ancika sendiri cukup panjang dan dibumbui drama sampai akhirnya berhasil terbit pada tahun 2021 kemaren. Kang Ilham, editor buku Ancika, nyeritain pengalamannya bekerja dengan Pidi Baiq (akrab dipanggil Ayah) dalam membuat novel Ancika.

 

Menurut Kang Ilham, kerja bareng Pidi Baiq sebagai editor bukunya itu unik dan jauh dari kata konvensional. Kalo biasanya penulis merampungkan dulu naskah mereka lalu dikirim ke editor, Ayah justru nggak begitu. Seperti karakter Dilan yang unik, Ayah seringnya bakal bacain naskahnya setelah rampung beberapa halaman. Karena lokasi kegiatannya ada di The Panasdalam Cafe, kadang Ayah juga ngajak beberapa remaja yang ada di sana untuk ikut jadi pendengar.

 

Unik banget, yaa, Netizan? Ternyata karakter Ayah sendiri memang udah unik dari dulu. Nggak heran kalo buku-bukunya pun jadi unik dan memorable banget.

Share

share icon share icon share icon
Artikel Terpopuler