Setiap tanggal 17 Mei, kita memperingati Hari Buku Nasional. Sebuah momen yang kembali mengingatkan kita bahwa buku tetap memiliki caranya sendiri untuk membuat kita berhenti sejenak. Bahwa buku membantu kita untuk memahami dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda di tengah dunia yang berkembang semakin cepat. Lalu, apa sejarah dan tujuan Hari Buku Nasional di Indonesia?
Dilansir dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pangkal Pinang, Hari Buku Nasional sendiri pertama diperingati oleh Abdul Malik Fadjar, mantan menteri pendidikan kabinet gotong royong pada 2002. Rendahnya budaya literasi di Indonesia pada masa itu turut melatarbelakangi adanya Hari Buku Nasional di Indonesia. Tak hanya itu, kondisi perbukuan di Indonesia juga dinilai belum berkembang secara optimal saat itu. Sehingga, Abdul Malik Fadjar yang saat itu sedang menjabat sebagai menteri pendidikan pun menginisiasi adanya Hari Buku Nasional untuk membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya literasi di Indonesia.
Untuk merayakan Hari Buku Nasional, kamu juga bisa merayakannya dengan mengunjungi perpustakaan dan toko buku favoritmu, hingga membaca buku yang sudah lama ada di daftar bacaanmu. Nah, kalau kamu sedang mencari rekomendasi bacaan baru, berikut beberapa buku yang bisa menemani kamu merayakan Hari Buku Nasional:
- Ekspedisi Paus Yunus karya Ahmad Mustafa

Laut adalah sesuatu yang lebih besar dari sekadar hamparan air bagi Yunus Bahari. Yunus juga percaya bahwa ada peradaban lain yang tersembunyi di dasar laut yang tak orang ketahui. Sayangnya, laut merenggut nyawa Yunus ketika ia memulai ekspedisi misterius di Palung Agung.
Bertahun-tahun kemudian, cucunya, Yunan, yang tak benar-benar percaya nasib Yunus berakhir begitu saja, memulai perjalanan bersama sahabatnya, Mutiara, menggunakan kapal selam rakitan yang diberi nama Paus Yunus. Saat perjalanannya menyusuri kedalaman lautan, mereka menemukan banyak hal aneh yang memunculkan pertanyaan besar. Apakah peradaban tersebut benar-benar ada?
- Rapijali karya Dee Lestari

Ping, remaja yang memiliki kehidupan sederhana yang hari-harinya dipenuhi oleh ombak, rumah yang penuh dengan alat musik, dan kehadiran orang-orang yang membuat Ping merasa cukup. Namun, kegelisahan juga tak lantas pergi dari dirinya. Ping dihantui oleh bayang-bayang masa depan. Ia ahli dalam bermusik sejak kecil, karena diperkenalkan oleh kakeknya, Yuda Alexander. Namun, ia bingung harus dibawa kemana bakat musiknya.
Segalanya pun berubah ketika mengharuskan Ping untuk pindah ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga calon gubernur. Kehidupan barunya di Jakarta memaksa Ping untuk beradaptasi dengan situasi yang sangat baru baginya. Apakah Ping siap menghadapi dengan hal-hal yang baru ia temukan di kehidupan barunya?
- Indonesia X-Files karya dr. Abdul Mun’im Idries

Melalui sudut pandang forensik, Indonesia X-Files membantu pembaca menelusuri kasus dan peristiwa besar yang terjadi di Indonesia melalui pengalaman dari dr. Abdul Mun’im Idries. Pembaca diajak untuk melihat mulai dari kasus pembunuhan aktivis, sampai tragedi kemanusiaan yang mengguncang Indonesia. Tak hanya itu, Indonesia X-Files juga memperlihatkan sisi ilmu forensik dalam mengungkap kebenaran di balik setiap kasusnya.
- Siapa yang Kentut? karya Noor H. Dee

Buku ini mengajak pembaca menebak-nebak suara kentut melalui ilustrasi karakter yang menarik. Memiliki konsep yang jenaka dan ringan, buku ini menghadirkan pengalaman membaca yang menghibur, terutama untuk anak-anak.